&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&
Akhir-akhir ini saya jatuh hati dengan jambu
biji. Apalagi ketika diolah menjadi juice. Duh! bikin diri lupa hari. Sangat sederhana pengolahannya menjadi jus, yaitu
jambu dipotong beberapa bagian. Kemudian tambahkan gula (akan semakin nikmat bila ditambah sedikit jeruk nipis) dan diblender. Sekali
dijual harganya 4000 pergelas. Kalau hasil olah sendiri mungkin lebih murah
lagi. Entahlah, mengapa saya tiba-tiba begitu dibuai kelezatannya.
Belakangan kegemaran saya ini diperhatikan adik-adik
bina saya. Ketika sedang asyik menyeleksi naskah mereka, seorang adik tersenyum
manis ke arah saya sambil menyerahkan selembar kertas hasil karyanya.
“Buat Master.” Katanya lugas.
Hm, saya pikir itu sekedar sikap pemanisnya
yang dia kemas untuk menyerahkan naskahnya saja. Agar naskahnya mendapat
prioritas? Ah, entahlah. Saya membalas senyumannya dengan lapang dada dan welas
asih. Sebagai penghargaan
saya atas usahanya dalam berkontribusi mading sekolah. Seakan dari skap saya
mengatakan padanya, bahwa “saya sayang padamu, Nak”.
Seperti naskah-naskah anak lainnya. Saya harus
adil dalam berbagi rasa dan penghargaan. Jadi, meskipun dia tampak membesarkan
kalimatnya seolah memberi hadiah pada saya “Buat Master”, saya
berkewajiban untuk tidak mengutamakannya. Naskahnya datang akhir-akhir, maka
antrian pemeriksaannya harus akhir pula. Sesuai artiannya. Semua
pasti tahu hal ini dan sepakat kan?
Tanpa sadar, usai saya memeriksa satu dua
naskah yang antri duluan, tangan saya meraih lembaran ‘buat master’ tadi.
Begitu melihat judulnya saya tertarik. “Ragam Manfaat Safarjal”. Safarjal berasal
dari bahasa arab. Artinya (sejenis) jambu biji. Saya pun merenges penasaran.
Merasa menemukan hal yang melekat di hati.
Disebutkan suatu riwayat dari Ibnu Majah, dari
Thalhah bin Ubaidillah. Saya menghadap Rasulullah saw yang pada saat itu sedang
menggenggam buah jambu. Beliau bersabda: “Wahai Thalhah, taruhlah itu
dihadapanmu, karena sesungguhnya jambu dapat menambah semangat”.
Ada pula riwayat dari An-Nasa’i, dari Abu Dzar.
Saya pernah menghadap pada Rasulullah saw yang sedang berada di tengah-tengah
para sahabatnya yang lain. Dan di tangannya tergenggam buah jambu yang dibolak-balik.
ketika saya duduk di dekatnya, beliau menyodorkan kepada saya, sembari
bersabda: “Wahai Abu Dzar, taruhlah di hadapanmu, karena sesungguhnya buah
jambu dapat menguatkan jantung, membuat jiwa menjadi bijak, dan menghilangkan
kerikil dalam dada”.
Konon, buah jambu memiliki temperamen dingin
dan kering. Dimana hal ini berbeda-beda berdasarkan ragam rasanya. Semuanya
dingin dan menahan serta baik untuk lambung. Semua jenis jambu dapat
menenangkan bersin dan muntah. Dan pula, melancarkan kencing, memperkuat watak,
bermanfaat untuk mengobati peradangan usus, batuk darah, dan kolera.
*Wah, boleh juga tuh.
*Wah, boleh juga tuh.
Apabila buah jambu ini dikonsumsi sebelum makan, maka dapat menahan diri (
Apabila dibakar, maka kekerasannya akan
berkurang dan lebih ringan. Jika dilubangi tengahnya dan isinya diambil
kemudian diisi dengan madu, lalu dilumuri dengan adonan dan diletakkan pada
mata yang sakit, maka sangat baik dan bermanfaat.
saya belum bisa menerima semua itu, tapi yang pernah saya dengar gosipannya, jambu biji mengandung antioksidan. Saya jadi merasa terdongkrak untuk lebih istiqamah (?) mencintai jambu biji ini. Apapun isu dan gosipannya, tampaknya jambu biji ini memang benar-benar sejuk menentramkan.
Halah!
Bagaimanapun juga, ini bisa jadi info juga loh...
Jenis jenis Jambu
- Jambu biji delima ciri-ciri buahnya berbentuk bulat dan bermoncong dipangkalnya, walaupun kulitnya agak tebal dan banyak bijinya, tapi dengan dagingnya yang berwarna merah dan rasanya yang manis jenis jambu biji delima ini sangat menarik sekali untuk dinikmati.
- Jambu biji manis Bentuk buahnya bulat meruncing ke pangkal, kulit buahnya tipis dan jika matang berwarna kuning muda. Jenis yang ini juga mempunyai biji yang banyak dan dagingnya berwarna putih tetapi rasanya manis dan harum baunya.
- Jambu biji Perawas Ciri-cirinya berbentuk bulat lonjong dan buahnya lebih besar dari jenis biasanya, kulitnya agak tebal, bila buahnya matang berwarna kuning, dagingnya merah, bijinya tidak banyak, rasanya agak asam, baunya harum.
- Jambu biji Pipit Berbentuk bulat kecil-kecil, kulitnya tipis, bila matang buahnya berwarna kuning dan dagingnya berwarna putih, rasanya manis dan harum baunya.
- Jambu biji sukun Berbentuk bulat besar dan kulitnya tebal, bila matang buahnya berwarna kuning, bijinya sedikit bahkan hampir tidak berbiji, tapi rasanya hambar dan harum baunya.
&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&*&


0 komentar:
Posting Komentar