Tampilkan postingan dengan label Karyakoe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karyakoe. Tampilkan semua postingan

7/19/2012

Awal Ramadhan itu Awesome

Allahumma shalli 'ala Muhammad wa ala ali Muhammad, kamaa shallayta ala ali ibrahim wa ala ali ibrahim innaka hamidun majid.

Hari Jum’at memang hari paling awesome seduaniaaah.

Hari ini merupakan awal Ramadhan bagiku di tahun 1433 H. Sejak beberapa hari yang lalu, banyak teman menanyakan awal Ramadhan. Saat itu aku menjawab: “Aku Tidak Tahu”.

Kenyataannya memang begitu, aku tidak tahu tepatnya. Sebab semenit ke depannya saja, adalah perkara ghaib. Sekalipun dari ilmu hisab bisa diperkirakan, nyatanya itu adalah nilai kira-kira. Takdir bisa meleset dari perkiraan. Hmm...

Continue Reading...

7/11/2012

Kumpulan Tips Gila

Tampaknya Hidup memang sangat membutuhkan tips. Apapun itu tips, tetaplah tips memberdayakan diri sendiri dan orang lain. Demikian tips ini dibuat 

Tips menghemat cucian, agar hidup tidak habis dihantui tugas cuci dn mandi...

1. Agendakn 3 atw 4 saja dalam sepekan.

2. Cuci segera pakaian usai pakai segera setelah mandi. Jangan menunda.

3. Jangan membiasakn diri menggantung pakaian daur ulang (masih layak meski usai pakai). Khawatir dimana2 baju dn itu memancing anda untuk mengambil baju di kas lemari. Program hemat baju sepekan terancam ambyar.


Continue Reading...

8/03/2011

Status Ramadlan Agus 2011

Selamat datang di bandara Al-Islam. 
Anda bergabung bersama RAMADLAN AIR, dgn no penerbangan 1432H. tujuan I.Fitri. Kita akan terbang dgn ketinggian 29/30 hr, di atas permukaan HAUS & LAPAR. Anda diwajibkan untk mengenakan sabuk PUASA & menegakkan kursi SHALAT. penerbangan ini bebas PERSELISIHAN. sampai jumpa dgn LAILATUL QADAR. mendarat pd tgl 29/30 sambil membawa FITRAH.

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADLAN
 01.
Ramadlan adalah penentu tindak-tanduk perbuatan & Sebuah Blue print kehidupan serta jejak kita di bulan2 selanjutnya. Jika Ramadlan kita Giat kebaikan& positif, Insya Allah hari2 luar ramadlan giat kebaikan& positif. Demikian pula sebaliknya, Jika maksiat& malas maka maksiat & malas yg mewarnai hari-harinya. Bagaimana kita mengukir jejak itu?
02.
Betapa byk org puasa, dipilihlah yg puasa lahir dan batin. puasa tidak hy cukup tnp makan dan minum. puasa juga olah jiwa disertai semangat islamiyah membara. bukan alasan lapar, maka boleh bermalas-malas. bukan krn dahaga lalu nyaman rendah kualitas kerja. Akankah semangat ramadlan ini berbuah amal shalihah?
02. 
Puasa itu Putuskan Dosa. seberapa jauh putusnya kita dari dosa?
03.
Laila adalah buah cinta Ramadan&Fitri. Jika tak ada Laila, maka diprediksi mandul. Demikian momen Ramadlan yg kita jalani, adakah lengkap dari ramadlan kita hingga Idul Fitri, mendapat kesempatan bersua dengan Lailatul Qadar?
Hingga pasangan ramadlan&Fitri kita tidak mandul?


 03.
Watak dasar manusia, ktka dilarang pd suatu hal, justru keinginan untk melakukannya semakin menjadi2. Adapun org yg ikhlas dan bertaqwa, dia mampu menguasai diri hingga larangan itu berhasil dia atasi pelaksanaanya. Dari usaha kerasnya itu, sepantasnya berhak mendptkan balasan kesuksesan tsb. Dmikian puasa memberi penghargaan bagi pelestarinya. Adakah kita bagian drnya?
04.
FB bisa berjam-jam atau minimal rutin permenit. kayuhan semangat tilawah bagus pula, bila frekuensinya tak mau kalah dengan program manuver FB/ dunia maya.
Sudahkah min 1 juz/hari ini?
Continue Reading...

8/02/2011

Lambaian Shadaqah Untuk Cinta


BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Ash Sholatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’ wal mursalin wa ‘ala alihith thohirina ajmain, amma ba’du:

Kekaguman dan kedekatan emosional adalah bagian dari sisi dimensi ekspresi. Cinta bukanlah semata-mata ungkapan “aku jatuh cinta”, melainkan sebuah bom waktu yang sewaktu-waktu berubah menjadi ledakan dahsyat. Ledakan dahsyat inilah yang akan memberikan dampak positif maupun negatif.
Manakala seorang muslim mengelola cintanya dengan baik sesuai ajaran dan tatanan Diennya, selayaknya dampak positif yang dia hasilkan. Mengapa tidak hal itu terjadi, padahal dimanapun muslim berpijak dan bergerak disanalah buliran keringatnya adalah pahala, sedang pahala mengalir pastilah adanya kebaikan dan kebaikan. Kebaikan yang menyebar itulah hakikat barokah dalam beramal.
Sebagaimana umumnya orang jatuh cinta, yaitu rasa ingin berbagi kasih sayang terhadap sesamanya. Kasih sayang itu biasa diwujudkan dengan perhatian atau pemberian materi, seperti bunga, coklat, makanan atau tetek bengek lainnya yang dirasa cukup mewakili rasa cinta itu. Keinginan macam ini merupakan fenomena cinta garis besar yang banyak terjadi di kalangan manusia.


Kekaguman dan kedekatan emosional adalah bagian dari sisi dimensi ekspresi. Cinta bukanlah semata-mata ungkapan “aku jatuh cinta”, melainkan sebuah bom waktu yang sewaktu-waktu berubah menjadi ledakan dahsyat. Ledakan dahsyat inilah yang akan memberikan dampak positif maupun negatif.
Manakala seorang muslim mengelola cintanya dengan baik sesuai ajaran dan tatanan Diennya, selayaknya dampak positif yang dia hasilkan. Mengapa tidak hal itu terjadi, padahal dimanapun muslim berpijak dan bergerak disanalah buliran keringatnya adalah pahala, sedang pahala mengalir pastilah adanya kebaikan dan kebaikan. Kebaikan yang menyebar itulah hakikat barokah dalam beramal.
Sebagaimana umumnya orang jatuh cinta, yaitu rasa ingin berbagi kasih sayang terhadap sesamanya. Kasih sayang itu biasa diwujudkan dengan perhatian atau pemberian materi, seperti bunga, coklat, makanan atau tetek bengek lainnya yang dirasa cukup mewakili rasa cinta itu. Keinginan macam ini merupakan fenomena cinta garis besar yang banyak terjadi di kalangan manusia.

Hal itu terbilang wajar bahkan pasaran. Orang mengalami kemelut rasa cinta dan berbunga-bunga kemudian berupaya mengekspresikannya dengan memberi hadiah istimewa pada sang pujaan. Adalah Islam menyediakan aplikasi indah sebuah ekspresi cinta bagi seluruh makhluk. Seorang muslim segala tindak tanduknya adalah shadaqah.
Sebagaimana sabda Nabi saw: “Setiap anggota badan manusia diwajibkan bershadaqah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah shadaqah, kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah shadaqah, berkata yang baik itu adalah shadaqah, setiap langkah berjalan untuk shalat adalah shadaqah, dan menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah ".
HR. Bukhari dan Muslim.
Jika artian shadaqah semata-mata memberikan sumbangan berupa materi, haruskah setiap hari mengeluarkan uang atau barang yang dipindahtangankan sehingga sewaktu-waktu tak ada, terpaksa untuk memaksa-maksa bahkan meminta-minta? Naif rasanya. Olehnya, betapa syari’at fleksibel memberikan peluang shadaqah ini dengan segala kemudahan balik modal bahkan bonus besar-besaran, yaitu cinta yang tersalur, pahala, kebaikan yang tersebar dan yang terpenting kasih dari Yang Maha Kasih. Allah Ta’ala.
Ekspresi cinta seorang muslim tidak berhenti pada orang yang dicintai, tebar pesona maupun royal hadiah istimewa. Ekspresi cintanya memiliki mata rantai yang bersambung antara nafsu, jiwa, obyek cinta dan sumber daya cinta itu sendiri (Allah Swt), sehingga tak ada ketimpangan dalam menggapai kesempurnaan cinta. Sekalipun sasaran cintanya adalah orang yang dia benci. Hmm, aneh bukan? Bagaimana mungkin seorang muslim bisa mencintai orang yang dia benci?
Kembali pada hakikat kewajiban shadaqah di setiap persendian tubuh manusia. Setiap hari jiwa seorang muslim dituntut update terus menerus hingga pantaslah kiranya barokah hidup dalam tiap denyut nadinya. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah رضي الله عنه, ia berkata: Dua orang pemuda, yang satu dari golongan Muhajirin dan yang lain dari kaum Ansar, saling berbaku-hantam. Seorang dari kaum Muhajirin berteriak: Wahai kaum Muhajirin! Dan seorang dari Ansar juga berteriak: Wahai orang-orang Ansar! Kemudian keluarlah Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan berkata: Ada apa ini? Kenapa harus berteriak dengan seruan jahiliah? Mereka menjawab: Tidak ada apa-apa wahai Rasulullah! Kecuali ada dua pemuda yang berkelahi sehingga seorang dari keduanya memukul tengkuk yang lain. Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: Kalau demikian, tidak apa-apa! Tapi hendaklah seseorang itu menolong saudaranya yang lain baik yang dhalim maupun yang didhalimi. Kalau ia berbuat kedhaliman hendaklah dicegah karena begitulah cara memberikan pertolongan kepadanya dan apabila dizalimi maka hendaklah ia membelanya­.­HR. Muslim
Kita tentu benci pada tindak kesewenang-wenangan. Pelaku yang sewenang-wenang ini justru mendapatkan bagian cinta kasih dari shadaqah kita. Cinta kasih itu  terangkum pada sikap untuk mencegah terjadinya kesewenang-wenangan itu. Hanya saja, wujud cinta kasih itu tidak bisa disamakan bentuk dan kapasitasnya. Hal itu kembali pada niatnya pula. Tatkala niat kembali pada lillahi Ta’ala, maka amalan tersebut tergolong shadaqah. Sebuah efek domino, jika amalan sudah termasuk shadaqah, amalan itu diterima dan berpahala kemudian barakah umurnya, maka cinta kasih Allah Ta’ala menyertainya. Bila Allah Ta’ala mencintai hambaNya, seluruh penduduk langit dan bumi turut pula mencintai. Wallahu a’lam
Kekaguman dan kedekatan emosional adalah bagian dari sisi dimensi ekspresi. Cinta bukanlah semata-mata ungkapan “aku jatuh cinta”, melainkan sebuah bom waktu yang sewaktu-waktu berubah menjadi ledakan dahsyat. Ledakan dahsyat inilah yang akan memberikan dampak positif maupun negatif.
Manakala seorang muslim mengelola cintanya dengan baik sesuai ajaran dan tatanan Diennya, selayaknya dampak positif yang dia hasilkan. Mengapa tidak hal itu terjadi, padahal dimanapun muslim berpijak dan bergerak disanalah buliran keringatnya adalah pahala, sedang pahala mengalir pastilah adanya kebaikan dan kebaikan. Kebaikan yang menyebar itulah hakikat barokah dalam beramal.

Sebagaimana umumnya orang jatuh cinta, yaitu rasa ingin berbagi kasih sayang terhadap sesamanya. Kasih sayang itu biasa diwujudkan dengan perhatian atau pemberian materi, seperti bunga, coklat, makanan atau tetek bengek lainnya yang dirasa cukup mewakili rasa cinta itu. Keinginan macam ini merupakan fenomena cinta garis besar yang banyak terjadi di kalangan manusia.
Hal itu terbilang wajar bahkan pasaran. Orang mengalami kemelut rasa cinta dan berbunga-bunga kemudian berupaya mengekspresikannya dengan memberi hadiah istimewa pada sang pujaan. Adalah Islam menyediakan aplikasi indah sebuah ekspresi cinta bagi seluruh makhluk. Seorang muslim segala tindak tanduknya adalah shadaqah.
Sebagaimana sabda Nabi saw: “Setiap anggota badan manusia diwajibkan bershadaqah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah shadaqah, kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah shadaqah, berkata yang baik itu adalah shadaqah, setiap langkah berjalan untuk shalat adalah shadaqah, dan menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah ".
HR. Bukhari dan Muslim.
Jika artian shadaqah semata-mata memberikan sumbangan berupa materi, haruskah setiap hari mengeluarkan uang atau barang yang dipindahtangankan sehingga sewaktu-waktu tak ada, terpaksa untuk memaksa-maksa bahkan meminta-minta? Naif rasanya. Olehnya, betapa syari’at fleksibel memberikan peluang shadaqah ini dengan segala kemudahan balik modal bahkan bonus besar-besaran, yaitu cinta yang tersalur, pahala, kebaikan yang tersebar dan yang terpenting kasih dari Yang Maha Kasih. Allah Ta’ala.
Ekspresi cinta seorang muslim tidak berhenti pada orang yang dicintai, tebar pesona maupun royal hadiah istimewa. Ekspresi cintanya memiliki mata rantai yang bersambung antara nafsu, jiwa, obyek cinta dan sumber daya cinta itu sendiri (Allah Swt), sehingga tak ada ketimpangan dalam menggapai kesempurnaan cinta. Sekalipun sasaran cintanya adalah orang yang dia benci. Hmm, aneh bukan? Bagaimana mungkin seorang muslim bisa mencintai orang yang dia benci?
Kembali pada hakikat kewajiban shadaqah di setiap persendian tubuh manusia. Setiap hari jiwa seorang muslim dituntut update terus menerus hingga pantaslah kiranya barokah hidup dalam tiap denyut nadinya. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah رضي الله عنه, ia berkata: Dua orang pemuda, yang satu dari golongan Muhajirin dan yang lain dari kaum Ansar, saling berbaku-hantam. Seorang dari kaum Muhajirin berteriak: Wahai kaum Muhajirin! Dan seorang dari Ansar juga berteriak: Wahai orang-orang Ansar! Kemudian keluarlah Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan berkata: Ada apa ini? Kenapa harus berteriak dengan seruan jahiliah? Mereka menjawab: Tidak ada apa-apa wahai Rasulullah! Kecuali ada dua pemuda yang berkelahi sehingga seorang dari keduanya memukul tengkuk yang lain. Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: Kalau demikian, tidak apa-apa! Tapi hendaklah seseorang itu menolong saudaranya yang lain baik yang dhalim maupun yang didhalimi. Kalau ia berbuat kedhaliman hendaklah dicegah karena begitulah cara memberikan pertolongan kepadanya dan apabila dizalimi maka hendaklah ia membelanya­.­HR. Muslim
Kita tentu benci pada tindak kesewenang-wenangan. Pelaku yang sewenang-wenang ini justru mendapatkan bagian cinta kasih dari shadaqah kita. Cinta kasih itu  terangkum pada sikap untuk mencegah terjadinya kesewenang-wenangan itu. Hanya saja, wujud cinta kasih itu tidak bisa disamakan bentuk dan kapasitasnya. Hal itu kembali pada niatnya pula. Tatkala niat kembali pada lillahi Ta’ala, maka amalan tersebut tergolong shadaqah. Sebuah efek domino, jika amalan sudah termasuk shadaqah, amalan itu diterima dan berpahala kemudian barakah umurnya, maka cinta kasih Allah Ta’ala menyertainya. Bila Allah Ta’ala mencintai hambaNya, seluruh penduduk langit dan bumi turut pula mencintai. Wallahu a’lam
Hal itu terbilang wajar bahkan pasaran. Orang mengalami kemelut rasa cinta dan berbunga-bunga kemudian berupaya mengekspresikannya dengan memberi hadiah istimewa pada sang pujaan. Adalah Islam menyediakan aplikasi indah sebuah ekspresi cinta bagi seluruh makhluk. Seorang muslim segala tindak tanduknya adalah shadaqah.
Sebagaimana sabda Nabi saw: “Setiap anggota badan manusia diwajibkan bershadaqah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah shadaqah, kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah shadaqah, berkata yang baik itu adalah shadaqah, setiap langkah berjalan untuk shalat adalah shadaqah, dan menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah ".
HR. Bukhari dan Muslim.
Jika artian shadaqah semata-mata memberikan sumbangan berupa materi, haruskah setiap hari mengeluarkan uang atau barang yang dipindahtangankan sehingga sewaktu-waktu tak ada, terpaksa untuk memaksa-maksa bahkan meminta-minta? Naif rasanya. Olehnya, betapa syari’at fleksibel memberikan peluang shadaqah ini dengan segala kemudahan balik modal bahkan bonus besar-besaran, yaitu cinta yang tersalur, pahala, kebaikan yang tersebar dan yang terpenting kasih dari Yang Maha Kasih. Allah Ta’ala.
Ekspresi cinta seorang muslim tidak berhenti pada orang yang dicintai, tebar pesona maupun royal hadiah istimewa. Ekspresi cintanya memiliki mata rantai yang bersambung antara nafsu, jiwa, obyek cinta dan sumber daya cinta itu sendiri (Allah Swt), sehingga tak ada ketimpangan dalam menggapai kesempurnaan cinta. Sekalipun sasaran cintanya adalah orang yang dia benci. Hmm, aneh bukan? Bagaimana mungkin seorang muslim bisa mencintai orang yang dia benci?
Kembali pada hakikat kewajiban shadaqah di setiap persendian tubuh manusia. Setiap hari jiwa seorang muslim dituntut update terus menerus hingga pantaslah kiranya barokah hidup dalam tiap denyut nadinya. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah رضي الله عنه, ia berkata: Dua orang pemuda, yang satu dari golongan Muhajirin dan yang lain dari kaum Ansar, saling berbaku-hantam. Seorang dari kaum Muhajirin berteriak: Wahai kaum Muhajirin! Dan seorang dari Ansar juga berteriak: Wahai orang-orang Ansar! Kemudian keluarlah Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan berkata: Ada apa ini? Kenapa harus berteriak dengan seruan jahiliah? Mereka menjawab: Tidak ada apa-apa wahai Rasulullah! Kecuali ada dua pemuda yang berkelahi sehingga seorang dari keduanya memukul tengkuk yang lain. Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: Kalau demikian, tidak apa-apa! Tapi hendaklah seseorang itu menolong saudaranya yang lain baik yang dhalim maupun yang didhalimi. Kalau ia berbuat kedhaliman hendaklah dicegah karena begitulah cara memberikan pertolongan kepadanya dan apabila dizalimi maka hendaklah ia membelanya­.­HR. Muslim
Kita tentu benci pada tindak kesewenang-wenangan. Pelaku yang sewenang-wenang ini justru mendapatkan bagian cinta kasih dari shadaqah kita. Cinta kasih itu  terangkum pada sikap untuk mencegah terjadinya kesewenang-wenangan itu. Hanya saja, wujud cinta kasih itu tidak bisa disamakan bentuk dan kapasitasnya. Hal itu kembali pada niatnya pula. Tatkala niat kembali pada lillahi Ta’ala, maka amalan tersebut tergolong shadaqah. Sebuah efek domino, jika amalan sudah termasuk shadaqah, amalan itu diterima dan berpahala kemudian barakah umurnya, maka cinta kasih Allah Ta’ala menyertainya. Bila Allah Ta’ala mencintai hambaNya, seluruh penduduk langit dan bumi turut pula mencintai. Wallahu a’lam
Continue Reading...

12/24/2010

TAKUT KAMAR MANDI


Melambai...
Aku kecut
Merayu...
Aku hanyut
Memelas...
Aku takluk

Temani aku!
Nak kemana?
Ke kamar mandi...

Gelap gulita
Tidak...
Makhluk kedua
Tidak...
Lalu apa
Takut saja...

Terkantuk ku berdiri
Adik masuk kamar mandi

Tiba-tiba......

Zreett....!!!
Wajah memucat. ”Mbakyu!!!”
Aku kaget, ”iya, adikku!”
Suara asing
Apakah kucing
Apakah maling
Di atap zinc...

Zreett...!!!
Sekali lagi, adikku pucat pasi
Aku pun angkat kaki
Guna pastikan diri
Muslim sejati takut selain ilahi...?!

Huz!!!
Diam.
Malam kelam
Tenggelam dalam...

Ah, tak ada yg seram

Zreett...!!!
Ketiga kali
Pipis pun tak jadi
Adikku mematung diri
Pucat lagi...

Huz..!!!
Hardikku datang
Meski sempoyongan
Sok pahlawan
Memang...takutku gerayangan

Pintaku segerakan pipis
Adikku malah menangis
Lekaslah sblm waktu habis
Kesabaranku menipis

Remasan dan cubitan
Senjata ancaman
Adikku meraung kesetanan
Aku makin tak keruan

Zreett...!!!
Kami tegang
Kami tercengang
Kami bungkam
Kami deg-degan

Huzz!!!
Tampakkan wujudmu...
Biar ku lumat kepengecutanmu
Usai itu, sesosok besar
Muncul di balik remang

”whaaaa.....!!!!!”

”whaaaa...!” pula
”heii..!!!”
Suara paman

Jeritan pun jadi banyolan
Tegangan jadi ger-geran
Suara aneh itu
Dari pohon markisa
Yang daunnya beradu
Dgn atap seng, bergesek mesra
Alamaaaaak...


Solo, semalam rindu....^^
 
Continue Reading...
 

Sabaqaka Ukasyah Copyright © 2009 Girlymagz is Designed by Bie Girl Vector by Ipietoon

Modified by Abu Hamzah for Ukasyah Habiby